Stand UMKM Kabupaten Wonosobo Meriahkan Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tingkat Jawa Tengah
Informasi Setiap Saat
admin 13 Jul 2026
18

Stand UMKM Kabupaten Wonosobo Meriahkan Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tingkat Jawa Tengah

Stand UMKM Kabupaten Wonosobo Meriahkan Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tingkat Jawa TengahWonosobo – Pemerintah Kabupaten Wonosobo turut berpartisipasi dalam peringatan Hari Koperasi ke-79 Tingkat Provinsi Jawa Tengah dengan menghadirkan stand yang menampilkan berbagai produk unggulan UMKM binaan daerah. Keikutsertaan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam mendukung penguatan koperasi dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai penggerak perekonomian daerah.Beragam produk khas Wonosobo dipamerkan dalam stand, mulai dari olahan pangan, kopi, kerajinan, hingga produk unggulan lainnya yang mendapat perhatian para pengunjung. Momentum ini sekaligus menjadi ajang promosi untuk memperluas akses pasar serta meningkatkan daya saing produk lokal.Pada peringatan Hari Koperasi ke-79, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengusung semangat kolaborasi sebagai fondasi dalam membangun koperasi yang semakin kuat dan berdaya saing. Dalam sambutannya disampaikan bahwa peringatan Hari Koperasi diharapkan menjadi titik awal kebangkitan koperasi sebagai pilar utama perekonomian rakyat."Mudah-mudahan dengan kita memperingati ke-79 ini menjadi momentum awal kita bersama-sama membangun koperasi yang kuat, koperasi yang benar-benar menyejahterakan para anggota."Lebih lanjut disampaikan bahwa keberhasilan membangun koperasi tidak hanya bergantung pada peran pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dari gerakan koperasi, dunia usaha, akademisi, serta seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, peringatan Hari Koperasi dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan ekosistem koperasi yang sehat, inovatif, dan berkelanjutan.Partisipasi Kabupaten Wonosobo dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi produk lokal sekaligus memperluas jejaring kerja sama antar pelaku usaha dan koperasi. Melalui kolaborasi yang erat, diharapkan koperasi dan UMKM Wonosobo mampu terus berkembang, meningkatkan kesejahteraan anggotanya, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.Pemerintah Kabupaten Wonosobo berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan koperasi dan UMKM melalui berbagai program pembinaan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, fasilitasi promosi, serta perluasan akses pemasaran. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, koperasi diharapkan semakin tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.Sebagaimana harapan yang disampaikan dalam peringatan Hari Koperasi ke-79, sinergi antara pemerintah, gerakan koperasi, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat akan terus diperkuat demi mewujudkan perekonomian yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan."Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya."

Matangkan Persiapan Pelatihan UMKM
Informasi Setiap Saat
admin 29 Jun 2026
8

Matangkan Persiapan Pelatihan UMKM

Wonosobo – Sebagai upaya meningkatkan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdagkop UKM) Kabupaten Wonosobo melaksanakan Koordinasi Persiapan Pelatihan Penguatan Pemasaran dan Inovasi Produk UMKM yang akan menyasar pelaku usaha di Kecamatan Kaliwiro, Wadaslintang, dan Kalibawang.Kegiatan koordinasi ini menjadi langkah awal yang strategis untuk memastikan pelaksanaan pelatihan berjalan optimal dan mampu menjawab kebutuhan nyata para pelaku UMKM di lapangan. Berbagai aspek dipersiapkan secara matang, mulai dari penyusunan materi, metode pelatihan, penentuan narasumber, hingga pemetaan potensi unggulan di masing-masing wilayah.Setiap kecamatan memiliki karakteristik produk dan potensi usaha yang berbeda. Oleh karena itu, pelatihan dirancang agar tidak hanya memberikan teori, tetapi juga menghadirkan solusi yang aplikatif sesuai dengan kondisi dan kebutuhan para pelaku usaha. Fokus utama pelatihan adalah memperkuat kemampuan pemasaran, meningkatkan kualitas inovasi produk, serta mendorong UMKM agar mampu memanfaatkan peluang pasar yang semakin kompetitif.Melalui koordinasi yang melibatkan berbagai pihak, Disdagkop UKM berharap pelatihan nantinya mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas pelaku usaha. Tidak hanya memperluas akses pemasaran, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya produk-produk inovatif yang memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar regional maupun nasional.Penguatan pemasaran menjadi salah satu kunci penting dalam pengembangan UMKM. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen, pelaku usaha dituntut untuk semakin kreatif dalam mempromosikan produknya, baik melalui pemasaran konvensional maupun pemanfaatan platform digital. Sementara itu, inovasi produk menjadi faktor penting agar UMKM mampu menghadirkan produk yang berkualitas, unik, dan sesuai dengan kebutuhan pasar.Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus berkomitmen memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berdaya saing.Dengan persiapan yang matang, pelatihan ini diharapkan menjadi momentum bagi UMKM di Kecamatan Kaliwiro, Wadaslintang, dan Kalibawang untuk terus berkembang, meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta memperkuat posisi sebagai penggerak utama ekonomi daerah.Tagline💡 Berinovasi Hari Ini, Menjadi Unggul Esok Hari.🚀 Pemasaran Kuat, Produk Hebat, UMKM Naik Kelas!"UMKM Maju, Ekonomi Daerah Melaju, Wonosobo Semakin Berdaya."

Go Digital, Go Market, Go Success!
Informasi Setiap Saat
admin 19 Jun 2026
6

Go Digital, Go Market, Go Success!

Wonosobo – Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berbelanja dan bertransaksi. Menjawab tantangan tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo bekerja sama dengan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan Pelatihan Digital Marketing bagi Pedagang Pasar Induk Wonosobo sebagai upaya meningkatkan daya saing pelaku usaha di era digital.Pelatihan yang dilaksanakan pada 17–18 Juni 2026 di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo ini diikuti oleh 50 pedagang Pasar Induk Wonosobo yang dibagi ke dalam dua kelas. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam mendorong transformasi digital sektor perdagangan, khususnya bagi pedagang pasar rakyat agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen.Selama dua hari pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai konsep dasar digital marketing, strategi promosi melalui media sosial, teknik membuat konten yang menarik, pemanfaatan marketplace, hingga berbagai tips meningkatkan penjualan secara online. Tidak hanya menerima materi, peserta juga diajak untuk praktik langsung menggunakan smartphone sehingga ilmu yang diperoleh dapat segera diterapkan dalam mengembangkan usahanya.Pemanfaatan teknologi digital membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan tanpa terbatas oleh wilayah. Dengan strategi pemasaran yang tepat, produk lokal Wonosobo diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan omzet, serta memperkuat daya saing di tengah persaingan usaha yang semakin kompetitif.Kolaborasi antara Dinas Komunikasi dan Informatika dengan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Wonosobo ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung program digitalisasi UMKM. Melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, para pedagang diharapkan mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana promosi, komunikasi dengan pelanggan, hingga pengembangan usaha secara berkelanjutan.Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap pelatihan ini menjadi awal bagi para pedagang untuk lebih percaya diri memanfaatkan platform digital dalam menjalankan usahanya. Dengan kemampuan pemasaran digital yang semakin baik, UMKM dan pedagang pasar rakyat diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk, memperluas jaringan pemasaran, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.Tagline📱 Go Digital, Go Market, Go Success!🚀 Dari Pasar Tradisional Menuju Pasar Digital."UMKM Naik Kelas, Pedagang Semakin Berdaya, Wonosobo Makin Sejahtera."

Dukung Penguatan Koperasi Desa Merah Putih sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan
Informasi Setiap Saat
admin 16 Jun 2026
17

Dukung Penguatan Koperasi Desa Merah Putih sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan

Wonosobo – Komitmen Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam memperkuat ekonomi kerakyatan kembali ditunjukkan melalui kehadiran Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perangkat daerah pada kegiatan yang diselenggarakan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Kuripan. -Sabtu (16/05/2026).Kehadiran Bupati beserta Forkopimda menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan koperasi desa sebagai motor penggerak perekonomian masyarakat. Melalui momentum tersebut, seluruh pihak menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat peran koperasi sebagai wadah pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkokoh ketahanan ekonomi dari tingkat desa.Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang tidak hanya menyediakan layanan simpan pinjam, tetapi juga menjadi sarana pengembangan usaha produktif, pemasaran hasil pertanian, perdagangan, hingga penguatan sektor UMKM. Dengan pengelolaan yang profesional dan berbasis gotong royong, koperasi diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan anggota sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan.Dalam kesempatan tersebut, Bupati Wonosobo menegaskan bahwa pembangunan ekonomi daerah harus dimulai dari desa. Koperasi menjadi instrumen penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui semangat kebersamaan, transparansi, dan partisipasi aktif seluruh anggota.Dukungan yang diberikan pemerintah daerah tidak hanya berupa kebijakan, tetapi juga melalui pendampingan, pembinaan, serta kolaborasi lintas sektor agar koperasi mampu berkembang menjadi lembaga ekonomi yang sehat, modern, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah. Dengan mengoptimalkan potensi pertanian, peternakan, perdagangan, dan usaha produktif lainnya, koperasi dapat menjadi penghubung antara produsen dan konsumen, memperpendek rantai distribusi, serta memberikan nilai tambah bagi produk lokal.Sinergi antara pemerintah, Forkopimda, dunia usaha, dan masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan koperasi yang tangguh dan berdaya saing. Melalui kolaborasi tersebut, koperasi diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa sekaligus mendukung pembangunan Kabupaten Wonosobo secara menyeluruh.Semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, melainkan gerakan bersama untuk menciptakan masyarakat yang mandiri, produktif, dan sejahtera.Tagline🤝 Bersama Koperasi, Membangun Desa. Bersama Desa, Membangun Indonesia.🌾 Koperasi Desa Berdaya, Ketahanan Pangan Terjaga, Ekonomi Rakyat Semakin Sejahtera."Koperasi Maju, Desa Maju, Wonosobo Sejahtera."

Wajib Halal Oktober 2026, Saatnya UMKM Naik Kelas dan Semakin Dipercaya Konsumen
Informasi Setiap Saat
admin 09 Jun 2026
7

Wajib Halal Oktober 2026, Saatnya UMKM Naik Kelas dan Semakin Dipercaya Konsumen

Wonosobo – Pemerintah terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing melalui penerapan sertifikasi halal. Seiring diberlakukannya regulasi Wajib Halal pada Oktober 2026, para pelaku usaha diharapkan mulai mempersiapkan produknya agar memenuhi ketentuan yang berlaku.Sertifikasi halal tidak hanya menjadi bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi nilai tambah yang mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan. Produk yang telah bersertifikat halal memiliki peluang lebih besar untuk diterima di pasar, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.Bagi pelaku UMKM, sertifikasi halal memberikan berbagai manfaat, di antaranya:Menjamin produk sesuai dengan ketentuan syariat.Meningkatkan kepercayaan dan loyalitas konsumen.Memperluas peluang pemasaran dan akses pasar.Meningkatkan nilai tambah serta daya saing usaha.Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya produk halal, sertifikasi halal menjadi salah satu investasi penting bagi keberlangsungan usaha. Oleh karena itu, pelaku usaha diimbau untuk tidak menunda proses pengurusan sertifikasi halal sehingga dapat memenuhi ketentuan yang mulai berlaku pada Oktober 2026.Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Wonosobo mengajak seluruh pelaku UMKM untuk memanfaatkan berbagai program pendampingan dan fasilitasi sertifikasi halal yang tersedia. Langkah ini diharapkan dapat membantu UMKM berkembang lebih profesional, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing di era ekonomi yang semakin kompetitif.Mari bersama mempersiapkan usaha sejak dini agar siap menghadapi regulasi Wajib Halal sekaligus meningkatkan kualitas produk demi kemajuan UMKM Kabupaten Wonosobo.Tagline✨ Halo Sobat Halal! Mau usahamu makin dipercaya konsumen dan naik kelas? Saatnya urus sertifikasi halal sekarang juga!"Produk Halal, Usaha Meningkat. UMKM Hebat, Ekonomi Kuat."

Monitoring KURDA 2026, Pemkab Wonosobo Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran bagi Pelaku UMKM
Informasi Setiap Saat
admin 05 Jun 2026
8

Monitoring KURDA 2026, Pemkab Wonosobo Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran bagi Pelaku UMKM

Wonosobo – Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus berkomitmen mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penguatan akses pembiayaan yang tepat sasaran. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan pelaksanaan Monitoring Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) Tahun 2026 yang berlangsung mulai 19 Mei hingga 4 Juni 2026.Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan bahwa penyaluran KURDA benar-benar diterima oleh pelaku usaha yang memenuhi persyaratan serta dimanfaatkan secara optimal dalam pengembangan usaha. Selain itu, monitoring juga menjadi sarana evaluasi terhadap efektivitas program pembiayaan daerah dalam mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan pelaku UMKM di Kabupaten Wonosobo.Pelaksanaan monitoring melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bersama lembaga keuangan daerah sebagai mitra penyalur KURDA. Tim melakukan kunjungan langsung kepada para penerima manfaat untuk memperoleh gambaran nyata mengenai perkembangan usaha, pemanfaatan dana, serta kendala yang dihadapi dalam menjalankan usahanya.Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo dapat menghimpun berbagai masukan dari pelaku UMKM sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan pembiayaan di masa mendatang. Monitoring juga menjadi bentuk pendampingan agar pelaku usaha dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan secara bertanggung jawab, produktif, dan berkelanjutan.Program KURDA diharapkan mampu menjadi solusi akses permodalan bagi UMKM yang memiliki potensi berkembang, sehingga dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat perekonomian daerah.Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Wonosobo akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan setiap program pemberdayaan UMKM memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan penyaluran pembiayaan yang tepat sasaran, transparan, dan akuntabel, diharapkan UMKM Wonosobo semakin tangguh, berdaya saing, dan mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.Tagline"KURDA Tepat Sasaran, UMKM Naik Kelas. Bersama Wujudkan Wonosobo yang Maju, Mandiri, dan Sejahtera."

Disdagkop UKM Wonosobo Rilis Perkembangan Harga Kebutuhan Pokok Masyarakat per 4 Mei 2026
Informasi Setiap Saat
admin 06 May 2026
6

Disdagkop UKM Wonosobo Rilis Perkembangan Harga Kebutuhan Pokok Masyarakat per 4 Mei 2026

Wonosobo – Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM) Kabupaten Wonosobo kembali merilis perkembangan harga rata-rata kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) berdasarkan hasil pemantauan di tiga pasar rakyat di Kabupaten Wonosobo pada 4 Mei 2026.Monitoring harga dilakukan secara berkala sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan bahan pokok, serta memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat sebagai acuan dalam berbelanja. Data yang disajikan merupakan rata-rata harga dari tiga pasar rakyat sehingga dapat memberikan gambaran kondisi harga kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Wonosobo.Berdasarkan hasil pemantauan, rata-rata harga beberapa komoditas kebutuhan pokok adalah sebagai berikut:Beras Premium I : Rp14.767/kgBeras Medium II : Rp13.200/kgMinyak Goreng Premium I : Rp21.567/literMinyak Kita : Rp16.900/literMinyak Curah : Rp18.733/literGula Pasir : Rp17.311/kgDaging Sapi : Rp121.667/kgDaging Ayam Broiler : Rp35.100/kgPemantauan harga ini merupakan bagian dari upaya Disdagkop UKM dalam mengantisipasi potensi gejolak harga, terutama pada komoditas strategis yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Informasi tersebut juga menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam mengambil langkah-langkah pengendalian inflasi apabila diperlukan.Selain itu, masyarakat diimbau untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan serta memanfaatkan keberadaan pasar rakyat sebagai pusat perdagangan yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang kompetitif dan kualitas yang terjaga. Dengan berbelanja di pasar tradisional, masyarakat turut mendukung pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pedagang.Disdagkop UKM Kabupaten Wonosobo akan terus melakukan monitoring harga secara rutin sebagai bentuk komitmen dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok masyarakat, sekaligus memberikan informasi yang transparan kepada publik.Tagline"Pantau Harga, Jaga Stabilitas, Wujudkan Ketahanan Pangan Daerah.""Ayo Belanja di Pasar Rakyat, Harga Bersaing, Ekonomi Lokal Makin Berkembang!"

Unit Metrologi Legal Wonosobo Buka Sidang Tera/Tera Ulang UTTP Bulan Mei 2026
Informasi Setiap Saat
admin 04 May 2026
6

Unit Metrologi Legal Wonosobo Buka Sidang Tera/Tera Ulang UTTP Bulan Mei 2026

Wonosobo – Dalam rangka mewujudkan tertib ukur dan memberikan perlindungan kepada masyarakat sebagai konsumen, Unit Metrologi Legal (UML) Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM) Kabupaten Wonosobo kembali menyelenggarakan Sidang Tera/Tera Ulang Alat Ukur, Takar, Timbang, dan Perlengkapannya (UTTP) pada bulan Mei 2026.Kegiatan ini merupakan pelayanan rutin yang bertujuan untuk memastikan alat ukur yang digunakan dalam transaksi perdagangan tetap memenuhi standar kemetrologian sehingga hasil pengukuran akurat, jujur, dan dapat dipercaya. Melalui tera dan tera ulang secara berkala, pelaku usaha tidak hanya memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas pelayanan yang diberikan.Adapun jadwal pelaksanaan Sidang Tera/Tera Ulang pada bulan Mei 2026 adalah sebagai berikut:4–7 Mei 2026Lokasi: Pasar Induk WonosoboJam Pendaftaran: 09.00 WIB – selesai18–21 Mei 2026Lokasi: Pasar Induk WonosoboJam Pendaftaran: 09.00 WIB – selesaiUnit Metrologi Legal mengimbau seluruh pedagang, pelaku UMKM, serta pengguna UTTP di Kabupaten Wonosobo untuk memanfaatkan layanan ini dengan melakukan tera ulang alat ukur secara rutin setiap tahun. Langkah tersebut merupakan bentuk komitmen dalam menciptakan transaksi perdagangan yang adil, transparan, dan memberikan kepastian bagi penjual maupun pembeli.Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai pelayanan tera dan tera ulang, dapat menghubungi atau datang langsung ke:Unit Metrologi Legal Kabupaten Wonosobo 📍 Jl. Pangeran Diponegoro No. 12 Wonosobo ☎️ (0286) 321024 📱 WhatsApp: 0822-6495-1133Melalui pelayanan tera dan tera ulang yang profesional, Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus berupaya meningkatkan budaya tertib ukur sebagai fondasi terciptanya perdagangan yang sehat, berkeadilan, dan berdaya saing.Tagline"Tera Tepat, Timbangan Akurat, Konsumen Terlindungi.""Tertib Ukur Cermin Budaya Jujur."

Kopdes Expo 2026
Informasi Setiap Saat
admin 23 Apr 2026
157

Kopdes Expo 2026

Wonosobo kembali menghadirkan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk tumbuh dan dikenal lebih luas melalui Wonosobo Expo 2026 – Kopdes Merah Putih Fest 2026 Kegiatan ini menjadi ajang pameran UMKM terbesar di Wonosobo yang menghadirkan beragam produk unggulan, mulai dari kerajinan, fashion, hingga kuliner nusantara. Tidak hanya itu, pengunjung juga akan disuguhkan hiburan menarik, panggung seni, serta kesempatan mendapatkan berbagai doorprize. 📅 Pelaksanaan: 23 – 26 April 2026 ⏰ Waktu: 10.00 – 22.00 WIB 📍 Lokasi: Sasana Adipura Kencana, Wonosobo Mari bersama mendukung pertumbuhan UMKM lokal sebagai penggerak ekonomi daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional. Dukung UMKM Lokal, Go Nasional. 📞 Informasi lebih lanjut: Hubungi : 1. 0819 0535 5519( EO MDP PERSADA) 2. ⁠08122591305 ( Sdr.Nur Mardjaban) . . #wonosobo #expoumkm #wonosoboexpoumkm #wonosoboexpo2026 #kementerianumkmri #produklokalmendunia #calenderofevent2026 #wisatakulinerproduk

...